Jumat, 07 September 2012

PERANAN MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN SUMEDANG TERHADAP KELESTARIAN BENDA-BENDA BERSEJARAH

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Karena atas rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas Makalah ini.
Penyusunan Makalah ini untuk memenuhi salah satu tugas  Mata Kuliah Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi. Dan dalam penyusunan Makalah ini kami beri judul “Peranan Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang Terhadap Kelestarian Benda- Benda Bersejarah“. Adapun tugas ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas.
Dalam menyelesaikan Makalah ini banyak dorongan dan bantuan dari berbagai pihak yang telah memberikan dukungan baik berupa moral maupun materi. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapakan terima kasih kepada :
1.    Dadang Gunadi, Drs., selaku Ketua STKIP UNSAP Sumedang.
2.    MT. Hartono Ikhsan, S.Psi I, selaku Ketua Program Studi PAUD.
3.    Dahya Sudrajat, Drs. M.Pd., selaku Dosen Mata Kuliah Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi.
4.    Orang tua yang selalu memberi dukungan.
5.    Rekan-rekan yang telah membantu dalam penyusunan Makalah ini.
Mudah-mudahan segala bantuan yang telah diberikan semua pihak kepada penulis, mendapat imbalan yang berlipat dari Allah SWT., baik di Dunia maupun di Akhirat.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan Makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahan. Hal ini semata-mata karena keterbatasan kemampuan kami. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat kami harapkan dari semua pihak.
Akhir kata penulis penulis berharap semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.

Sumedang, Mei  2011

Penulis

    ii


BAB I
PENDAHULUAN



1.2    LATAR BELAKANG
Suatu rangkaian peristiwa-peristiwa sejarah pada masa lalu tentunya banyak meninggalkan bukti-
bukti sejarah. Bukti-bukti sejarah ini merupakan fakta atau bukti nyata yang menandai adanya suatu
peristiwa bersejarah di suatu daerah atau wilayah, wujud dari bukti-bukti sejarah tersebut dapat
berupa benda-benda, bangunan, kepercayaan, kebudayaan, dan sebagainya. Yang semua ini
merupakan warisan sejarah dan keberadaanny patut kita jaga kelestariannya pada masa kini agar
tidak punah.
Jika sampai bukti-bukti sejarah atau peristiwa besejarah tersebut sampai punah atau hilang maka
hal itu dapat menyebabkan peristiwa bersejarah tersebut akan di ragukan oleh masyarakat dan tidak
akan pernah sama sekali di anggap karena kurang adanya bukti yang mendukung.
Museum sebagai tempat dimana orang-orang dapat melihat benda-benda bersejarah di suati
wilayah, harta peninggalan dari sebuah peradaban, dan sisa warisan dari nenek moyang kita di masa
lampau, adalah harta yang tak ternilai harganya.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan dari latar belakang masalah, penulisa merumusakan beberapa rumusan masalah, yaitu sebagai berikut :
1. Apa saja koleksi benda-benda bersejarah yang ada di museum Prabu Geusan Ulun Sumedang?
2. Apa fungsi atau peranan Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang terhadap kelestarian benda-benda bersejarah?
3. Bagaiman sejarah asal-usul kota Sumedang?


4
1.3 BATASAN MASALAH
Untuk membuat permasalahan yang lebih spesifik. Oleh karena itu kami membatasi masalah dalam hal peranan museum terhadap pelestarian benda-beda bersejarah.
1.4 TUJUAN PENELITIAN
Tujuan makalah ini adalah :
1. Menggambarkan dan mengenalkan benda-benda bersejarah bekas peninggalan kerajaan sumedang yang dijadikan sebagai kajian ilmu sejarah.
2. Mengetahui fungsi dan peranan museum Prabu Geusan Ulun Sumedang dalam melestarikan benda-benda bersejarah.
3. Mengetahui asal usul kota Sumedang
































5


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Museum


Pengertian Museum dewasa ini adalah:
"Sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan
pengembangannya, terbuka untuk umum, yang memperoleh, merawat, menghubungkan dan
memamerkan, untuk tujuan-tujuan studi, pendidikan dan kesenangan, barang-barang pembuktian
manusia dan lingkungannya". (Definisi menurut ICOM = International Council of Museeum
(Organisasi Permuseuman Internasional dibawah Unesco). Museum merupakan suatu badan yang
Mempunyai tugasdan kewajibanuntuk memamerkan dan menerbitkan hasil- hasil penelitian dan 
pengetahuan tentang benda-benda yang penting bagi Kebudayaan dan llmu Pengetahuan.

2.2 Asal Kata Museum
Museum berasal dari bahasa Yunani: MUSEION. Museion merupakan sebuah bangunan tempat
suci untuk memuja Sembilan Dewi Seni dan llmu Pengetahuan. Salah satu dari sembilan Dewi
tersebut ialah: MOUSE, yang lahir dari maha Dewa Zous dengan isterinya Mnemosyne.
Dewa dan Dewi tersebut bersemayam di Pegunungan Olympus. Museion selain tempat suci, pada
waktu itu juga untuk berkumpul para cendekiawan yang mempelajari serta menyelidiki berbagai
ilmu pengetahuan, juga sebagai tempat pemujaan Dewa Dewi.
2.3 Museum Prabu Geusan Ulun
2.3.1Sejarah Singkat Museum Prabu Geusan Ulun
               Peninggalan benda-benda bersejarah dan barang-barang pusaka Leluhur Sumedang, sejak Raja-raja Kerajaan Sumedang Larang dan Bupati-bupati yang memerintah Kabupaten Sumedang dahulu, merupakan koleksi yang membanggakan dan besar artinya bagi kita semua, terlebih bagi keluarga Sumedang.
6

         Kumpulan benda-benda tersebut disimpan di Yayasan Pangeran Sumedang sejak tahun 1955
timbulah suatu gagasan, ingin memperlihatkan kepada masyarakat Sumedang khususnya dan masyarakat di luar Sumedang pada umumnya, bahwa di Sumedang dahulu terdapat kerajaan besar yaitu Kerajaan Sumedang Larang, dengan melihat benda-benda peninggalan Raja-raja tersebut dan sebagainya.
          Gagasan tersebut ditanggapi dengan penuh keyakinan oleh keluarga, maka direncanakan membuat museum. Setelah diadakan persiapan-persiapan yang matang dan terencana, lima tahun setelah tahun 1968 baru terlaksana, tepatnya tanggal 11 Nopember 1973 Museum Keluarga berdiri.Museum tersebut diberi nama Museum Yayasan Pangeran Sumedang, dan dikelola langsung oleh Yayasan Pangeran Sumedang.
                Pada tahun 1974, di Sumedang diadakan Seminar Sejarah oleh ahli-ahli sejarah se-Jawa Barat dan diikuti ahli sejarah dari Yayasan Pangeran Sumedang, dalam seminar tersebut dibahas nama museum Sumedang. Diusulkan nama museum adalah seorang tokoh dalam Sejarah Sumedang, ternyata yang disepakati nama Raja Sumedang Larang terakhir yang memerintah Kerajaan Sumedang Larang dari tahun 1578 - 1601, yaitu Prabu Geusan Oeloen. Kemudian nama museum menjadi Museum Prabu Geusan Ulun dengan ejaan baru untuk memudahkan membacanya.
             Gedung- gedung  yang terdapat di museum  Prabu Geusan Ulun yaitu :
1.    Gedung Srimanganti
2.    Bumi Kaler
3.    Gedung Gendeng
4.    ,  Gedung Pusaka
5.    ,Gedung Kereta
6.     Gedung Gamelan
 Pada tahun 1980, Pemerintah melalui Dinas Jawatan Permuseuman dan Kepurbakalaan Kebudayaan Jawa Barat, mengulurkan tangan dan memugar Gedung Srimanganti dan Bumi Kaler.
7

           Pada hari Rabu tanggal 21 April 1982, Direktur Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. DR. Haryati Soebadio, meresmikan dan menyerahkan kedua bangunan yang selesai dipugar kepada Yayasan Pangeran Sumedang .
2.3.2 Letak Museum Prabu Geusan Ulun
         Museum Prabu Geusan Ulun terletak di tengah kota Sumedang, 50 meter dari Alun-alun ke sebelah selatan, berdampingan dengan Gedung Bengkok atau Gedung Negara dan berhadapan dengan Gedung-gedung Pemerintah. Jarak dari Bandung 45 kilometer, sedangkan jarak dari Cirebon 85 kilometer, jarak tempuh dari Bandung 1 jam, sedangkan dari Cirebon 2 jam.
2.4 Gedung-Gedung Museum Prabu Geusan Ulun
2.4.1GedungSrimanganti
          Didirikan pada tahun 1706, masa pemerintahan Dalem Tumenggung Tanoemadja dari tahun 1706 - 1709.Kata Simangantimempunyai arti adalah tempat menanti-nanti tamu kehormatan.Dahulu gedung Simangantidikenal sebagai Rumah Negara .Fungsi Gedung Simanganti pada masa itu adalah tempat tinggalbuat Bupatiserta keluarga diantaranya Pangeran Kornel, Pangeran Sugih, Pangeran Mekah dan Dalem Bintang.
                 Pada tahun 1942 Gedung Srimanganti tidak digunakan sebagai rumah tinggal Bupati serta keluarganya oleh Dalem Aria Soemantri dijadikan Kantor Kabupaten, sedangkanBupati dan keluargatingal diGedung Bengkok  atau sekarang disebut Gedung Negara.Pendirian gedung tersebut direncanakan oleh Pangeran Panembahan yang memerintah dari tahun 1656 - 1706, yang pernah diserbu oleh laskar-laskar Cilikwidara cs dari pasukan gabungan Banten.
Sejak selesai dibangun, maka pemerintahan pindah ke daerah baru yang disebut Regol.
Sejak itu Srimanganti dijadikan gedung tempat tinggal dan kantor oleh para bupati tempo dulu. Sedangkan untuk keluarga dibangun Bumi Kaler.



8
2.4.2 Gedung Pusaka
        Gedung Pusaka adalah Gedung museumyang kelima dari enam gedung yang ada di Museum Prabu Gesan Ulunsebagai gedung baru. F ungsi dari Gedung Pusaka tersebut yaitu sesuai dengan namanya sebagai tempat khusus menyimpanbenda- benda pusaka peninggalan para leuluhur Sumedang.
         PembangunanGedung Pusaka dibangun karena Gedung Gendengitu sebagai tempat menyimpen pusaka sudah tidak memadai, sehingga atas prakarsa Ibu Hj.Rd.Ratjih Natawdjaya ibunda dari bapak Prof. DR. Ginanjar Kartasasmita, rencana gedung pusakabisa dilaksanakan dengan melibatkan Yayasan Pangeran Sumedang, Rukun Wargi SumedangDepartemen Pendidikandan Kebudayaan Sumedang.Pemda dan Direktorat Permuseuman Propinsi Jawa Barat.Pada tanggal 25 Maret 1990 pembangunanGedung Pusaka mulai dikerjakan.
Proses pembangunan Gedung Pusakamemakan waktu cukup lama yaitu tujuh (7) tahun.Selesai pada tahun 1997, kemudian diresmikan oleh Bupati Sumedang Bapak Drs. H. Moch HuseinJachjasaputra.
Isi dari Gedung Pusaka tersebut berisikan senjata- sejata kuno seperti keris,tombak dan pedang selain itu juga terdapat alat- alat makan pemberian dari Belanja sebagai supenir.Dan yang lebih istimewa lagi disana terdapat Mahkota Raja yang bernama Mahkota Binokasih yaitu sebagai peninggalan Prabu Geusan Ulun pada tahun 1578- 1601.
2.4.3 Gedung Kereta
Pada saat perencanaan pembangunan Gedung Pusaka direncanakan pula pembanguna Gedung Kereta.Gedung Kereta merupakan bangunan terakhir dari MuseumPrabu Geusan Ulun yang dibangunpada tahun 1990.Fungsi gedung Kereta yaiti tempat menyimpan Kereta Naga Barong sebagai replica dari Kereta Naga Paksi peninggalan Pangeran Soeria Koesoemah Adinata atau yang disebut Pangera Sugihdan kereta lainya yang menjadi koleksi Museum Prabu Gesan Ulun. 
2.4.4 Gedung Gamelan
        Gedung Gamelan didirikan pada tahun 1973, oleh Pemda Sumedang atas sumbangan dari Gubernur DKI Jakarta Bapak Ali Sadikin.
8
 Fungsi Gedung Gamelan ini sebagai tempat khusus menyimpan Gamelan-Gamelan Pusaka.
Gedung Gamelan ini mengalami renovasi pada tahun 1993,selain sebagai tempat penyimpanan gamelan,Gedung Gamelan juga berfungsi sebagai tempat latihan tari klasik. Setiap satu tahun sekali Gamelan- gamelan Pusakai ni dicuci tepa nya pada waktu bulan Mulud. 
2.5 Perana atau Fungsi Museum Prabu Geusan Ulun
Perana Museum Prabu Geusan Ulun yaitu untuk mememerkan dan menerbitkan hasil-hasil penelitian dan pengetahuan tentang benda – benda yang penting sebagai peninggalan sejarah Khususnya Peningalan benda-benda bersejarah kota Sumedang. Adapun fungsi lain yaitu sebagai:
1. Pusat Dokumentasi dan Penrlitian ilmiah
2. Pusat penyalura ilmu untuk umum
3. Pusat penikmatan Karya Seni
4. Pusat Perkenalan kebudayaan antar daerah dan antar bangsa
5. Objek Wisata
6. Media Pembnaanpendidikan Kesenian dan ilmu Pengetahuan Khususnya sejarah
7. Suaka Alm dan Suaka Budaya
8.Cermin sejarah manusia.alam dan kebudayaan
9. Sarana untuk bertakwa  kepeda Tuhan yang maha esa
         Selain itu juga Peraana museum adalahtempat menyimpn ,perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda –benda  bukti materil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungan guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya Bangsa.
2.6      Sejarah Asal Usul Kota Sumedang
 Menurut Sejarah
      Asal kata Sumedang menurut legenda rakyat Sumedang merupakan ucapan Prabu Tajimalela pada saat terjadi kejadiaan alam sekitar Tembong Agung dimana langit pada saat itu terang benderang oleh sebua cahaya yang melengkung seperti selendang (malela) selama tiga hari tiga malam.

10
 Kejadian tersebut bertepatan dengan penyerahan tahta kerajaan kepada salah satu putra mahkota dalm ujian sayembara yaitu Prabu Gajah Agung
Prabu Tajimalela berucap : ”Insun Medangan Mandangan” yang berarti Insun Medang : Aku lahir
Insun Mandangan : Aku Memberi Penerangan.Sejak itu timbul nama sebua nama Sumedang, Kemudian menjadi sebuah kerajaan ”Sumedang Larang”.
Ditinjau daru segi asal-usul kata etimologi ”Sumedang Larang”Berarti tanah yang bagus yang tak ada bandingannya.
Su : Bagus
Medang : Luas
Larang : tak ada bandingannya.

















11

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
      Setelah penulis melakukan penelitian dan pembahasan masalah mengenai peranan Museum Prabu Gesan Ulun. Maka pada Bab ini penulis menarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Bahwa keberadaan Museum Prabu Gesan Ulun Sumedang mempunyai peranan yang sangat besar dalam melestarikan benda-benda bersejarah.
2. Di Museum Prabu Gesan Ulun terdapat benda-benda bersejarah bekas peninggalan kerajaan sumedang pada jaman dahulu serta benda-bendan peninggalan lainnya yang memiliki nilai sejarah yang tinggi.
3.1 Saran
Ada pun saran yang dapat dikemukanakn adalah sebagai berikut :
1. Mengingat begiti pentingnya peranan Museum Prabu Geusan Ulun terhadap pelestarian nilai sejarah, maka keberadaan Museum haruslah di jaga dan di lestarikan dengan baik oleh pihak-pihak terkait.
2. Kita selaku generasi muda harus ikut berpartisipasi dalam memelihara warisan budaya bangsa sesuia status kita sebagai generasi penerus bangsa dengan mempelajari dan mengenal benda dan sejarah budaya, bangsa dan negaranya sendiri. Apa kata dunia kalo peminpin negara tidak tahu akan sejarah bangsanya sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar